Dahlan ke AS bandingkan penggunaan gearbox pada mobil listrik Tesla

Foto kecekalaan mobil listrik Tucuxi
Jakarta - Menteri BUMN Dahlan Iskan, Selasa malam waktu AS mengunjungi dealer mobil listrik Tesla Motors, Inc di kawasan Seattle, untuk membandingkan penggunaan "gearbox" atau sistem transmisi pemindah tenaga mobil listrik yang dikembangkannya di Tanah Air.

"Ternyata mobil Tesla yang saya lihat ini menggunakan 'gearbox'," kata Dahlan, dalam siaran pers yang diterima Antara, di Jakarta, Rabu.

Dahlan berada di Seattle, dalam rangka memenuhi undangan perusahaan pembuat pesawat terbang Boeing.

Namun di sela kunjungan kerja tersebut, Dahlan menyempatkan diri melihat secara langsung mobil listrik Tesla yang dipajang di salah satu dealer di kota yang menjadi pusat industri pesawat Boeing, perusahaan teknologi informasi Microsoft, dan Starbuck tersebut.

Tesla adalah mobil listrik paling laris di AS dengan penjualan yang ditargetkan mencapai 25.000 unit pada tahun 2013.

Begitu larisnya mobil listrik Tesla ini sampai-sampai untuk membelinya harus inden enam bulan.

Ditambahkannya, dengan disain yang bagus, dan difasiliasi interior cantik dan display laptop 15 inci, baterai mobil listrik Tesla bisa menempuh jarak 200km/sekali charge.

Salah satu produk mobil listrik Tesla yang dipajang adalah sedan empat pintu dengan empat penumpang berwarna merah.

"Yang menarik perhatian saya adalah apakah benar semua mobil listrik di AS tidak menggunakan gearbox, seperti mobil listrik generasi pertama yang saya tabrakkan ke tebing di daerah Sarangan, Magetan beberapa waktu lalu itu," ujar Dahlan.

Namun belum puas dengan detil pada gambar yang dipajang di samping mobil tersebut, Dahlan penasaran untuk menanyakan langsung kepada petugas yang kebetulan ada di ruangan tersebut.

"Petugas menjawab tegas, bahwa mobil itu menggunakan `gearbox`. Tujuannya untuk pengendalian mobil saat menghadapi jalan yang curam," ujar Dahlan.

Saat itu pula mantan Direktur Utama PT PLN ini membenarkan bahwa tidak salah kalau kalau mobil listrik generasi kedua yang dibidani Pendawa Putra Petir juga menggunakan gearbox.

 Generasi Kedua 

Pria kelahiran Magetan, 17 Agustus 1951 ini merupakan sosok yang sangat antusias mendorong terciptanya mobil listrik nasional.

Meskipun mengalami berbagai kendala mulai dari soal teknis seperti baterai khusus jenis lithium, soal perizinan, hingga edukasi pasar, mobil listrik pengembangannya bersama dengan "Pendawa Putra Petir" sudah tercipta mobil listrik dengan empat prototipe, yaitu sekelas mobil kecil (city car), mobil penumpang, mobil sedan, hingga jenis sport.

"Sekitar dua minggu lagi mobil-mobil listrik nasional generasi kedua sudah akan bisa dilihat di Jakarta. Baterai lithium mobil listrik nasional generasi kedua ini sudah bikinan Indonesia," ujarnya.

Sebelumnya pendiri Jawa Pos Group ini juga menyanggupi mobil listrik karya putra putri bangsa Indonesia ini siap dipamerkan sekaligus digunakan untuk mobilitas para delegasi non kepala pemerintahan pesera KTT APEC, di Nusa Dua, Bali, pada 1-8 Oktober 2013.

Mobil listrik yang ditampilkan antara lain tipe sport car dengan nama `Selo` dan tipe minibus sejenis Alphard dengan nama `Gendhis` hasil ciptaan oleh Ricky Nelson dan Dasep Ahmadi.

"Dengan terjadinya krisis ekonomi sekarang ini mobil listrik semakin relevan. Apalagi impor BBM masih sangat besar, yang menyebabkan defisit neraca perdagangan yang besar yang kemudian menjadi faktor utama terjadinya gejolak ekonomi," tegas Dahlan. (R017/B008)


  Antara 

0 komentar:

Posting Komentar