Pengusaha Tantang Pemerintah Bangun Pipa Gas

Jakarta | Pengusaha meminta pemerintah membangun infrastruktur gas di Jawa Timur. Pasalnya 25% pasokan gas dari produksi lapangan Pagerungan di Perairan Bali tidak dapat diserap dengan baik.

Ketua Kordinator Gas Industri Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Ahmad Widjaya mengatakan produsi gas Kangean sebesar 240 juta kaki Kubik Perhari (MMSCFD) 25% tidak bisa terserap industri karena terbatasnya jaringan pipa.

Melihat kondisi itu, pelaku usaha mendesak pemerintah untuk segera membangun jaringan pipa gas yang memadai untuk menyalurkan kebutuhan gas di wilayah Jawa Timur, Jawa Barat hingga di Pulau Bali dan sekitarnya.

"Lalu untuk wilayah Sumatera, Banten lalu ke Jakarta dan sekitarnya, sehingga kelebihan produksi gas dapat dimaksimalkan dan menambah pendapatan negara," kata Ahmad, di Jakarta, Kamis (30/5/2013).

Widjaya menilai, pembangunan jarungan pipa di Jatim dapat dibangun melalui dua cara yaitu pipa CNG atau pakai carier. Pelaku usaha menantang pemerintah untuk pembangunan infrastruktur.

"Kalau bicara Jawa Timur dan Jawa Barat Infrastruktur itu kan cuma apakah mau di-CNG atau transport pakai veselnya kecilnya LNG, kondisinya kan tergantung mau kemana. Apakah pemerintah siap mau berikan subsidi, kalau nanti posisi berjalan antara Jawa Jimur ke Jawa Barat atau sebaliknya," ungkapnya.

Dia menambahkan, pembangunan infrastruktur pipa gas sebetulnya tidak terlalu berat. Dengan harga jual gas ke industri yang terbilang tinggi yaitu US$ 10 per mmbtu, keuntungan penjualan sebetulnya bisa digunakan untuk membangun jaringan pipa.

"Saya pikir harga gas sudah US$ 10 per mmbtu, harga tersebut sudah lebih angka dari harga gas domestik. Pemerintah sudah menerima lebih," pungkasnya.(Pew/Shd)


  Liputan6  

0 komentar:

Posting Komentar