15 BUMN Mencari Rezeki di Myanmar

15 BUMN Mencari Rezeki di Myanmar  Jakarta Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan mengungkapkan sebanyak lima belas perusahaan pelat merah akan menjajaki pasar Myanmar. "Sebagai tindak lanjut kunjungan Menteri Perekonomian ke Myanmar," katanya, sesudah rapat pimpinan Kementerian BUMN di PLN Pusat, Selasa, 19 Maret 2012.

Menurut Dahlan, pada tahap awal, kelima belas BUMN akan memberikan pengaruh positif dulu dengan menanam kebaikan dan memberikan ilmu bisnisnya. "Nanti mereka bisa ekspansi lebih lanjut, 15 BUMN ini akan mencari rejeki di sana."

Meski tidak hafal keseluruhan nama-nama perusahaan tersebut, ia memastikan PT PLN (Persero), PT Timah (Persero), PT Garuda Maintenance Facility (GMF), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bukit Asam (Persero) Tbk, dan PT Semen Indonesia (Persero) akan turut berkontribusi.

PLN, menurut Dahlan, akan ke Myanmar untuk bekerja sama dalam masalah susut jaringan (loses) listrik. "Untuk supervisi sistem jaringan kelistrikan di Myanmar karena sistem kelistrikan di sana masih di atas 20 persen," katanya.

Sedangkan untuk PT Timah, Dahlan menjelaskan perusahaan itu sudah mendapatkan lahan 10 hektare di Myanmar Selatan untuk penambangan timah. "Jadi tidak hanya perusahaan asing nambang di Indonesia tapi kita juga akan nambang di luar. Seperti Semen Indonesia juga akan ke sana untuk penuhi kebutuhan Semen di Myanmar"

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) juga, menurutnya, akan membangun pembangkit listrik berdaya 2x20 megawatt di Myanmar. "Nilai investasi pembangunan sekitar US$ 80 juta. Meski kecil, ini semacam menanam kebaikan," katanya.

Begitu juga dengan GMF, anak usaha PT Garuda Indonesia (Persero), yang akan mengajukan usul melakukan perawatan (maintenance) pesawat-pesawat Myanmar. "Sedangkan Bank BNI nanti yang akan mengkoordinasikan keuangan perusahaan BUMN yang ke sana," katanya.

Dahlan menambahkan, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk, Bulog, dan BUMN karya juga dimungkinkan untuk berkontribusi. "Tapi belum tentu, karena seperti Telkom mau menjadi operator harus tender, begitu juga dengan BUMN karya."

Diwawancara secara terpisah, Direktur Utama PT PLN Nur Pamudji mengungkapkan kedatangan PLN ke Myanmar untuk tahap awal hanya berupa konsultasi teknik. Ia belum menjanjikan langkah tersebut akan menuju kepada pengembangan PLN di Myanmar. "Lihat dulu ke depan. Kami masih lirik-lirik," katanya.


  Tempo  

0 komentar:

Posting Komentar