Rendah Aplikasi Hasil Inovasi Teknologi di Indonesia

gusti.jpgdJakarta ♞ Inovasi teknologi masyarakat Indonesia sudah cukup tinggi mencapai peringkat 33 dari 144 negara yang diukur. Sayangnya meski peringkat inovasi teknologinya cukup bagus, namun kesiapan teknologinya baru pada peringkat 75 dari 144 negara.

“Itu artinya bahwa banyak penelitian yang inovatif dan bagus, tetapi aplikasi dari hasil inovasi tersebut masih sangat rendah,” jelas Menristek Gusti Muhammad Hatta disela anugerah Pusat Unggulan Iptek (PUI) 2013, Selasa (17/12).

Karena itu upaya mendongkrak kesiapan teknologi dan meningkatkan jumlah pemanfaatan teknologi oleh industri, Kemristek menyelenggarakan program pengembangan PUI sejak 2011. Melalui program ini lembaga litbang didorong untuk menghasilkan produk dan teknologi yang dapat digunakan oleh industri, supaya terangkat terus daya saingnya.

Sejumlah lembaga litbang, lanjut Gusti, telah diberi penghargaan khusus sejak 2011, terkait perannya dalam meningkatkan perekonomian berbasis teknologi inovasi. Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) ditetapkan penerima anugerah PUI 2013. PUI Kakao dan PUI penyakit tropis mendapat anugerah PUI terbaik pada 2012.

Sedang untuk tahun 2013 ini, tiga lembaga litbang dinobatkan sebagai PUI terbaik, yakni Pusat studi Biofarmaka dan Pusat Kajian Holtikultura (keduanya dari Institut Pertanian Bogor, IPB) dan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka).

Sementara itu, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengharapkan agar Kementerian Ristek terus mendorong peranan Iptek menjadi bagian terpenting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Sebab dengan membangun Iptek, akan mempercepat pembangunan di bidang ekonomi, sosial dan lingkungan.

“Ingat bahwa pilar ketiga pembangunan nasional adalah adanya pengembangan teknologi. Jadi semakin tinggi penggunaan Iptek di tengah masyarakat, maka proses pembangunan menuju masyarakat sejahtera akan semakin mudah dilakukan,” pungkas Hatta Rajasa.(faisal/yo)


  Poskota  

0 komentar:

Posting Komentar