Bersama Perusahaan Belanda, Pertamina Akuisisi 2 Blok Migas

http://images.detik.com/content/2013/12/02/1034/karen4.jpgJakarta - Perusahaan minyak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu PT Pertamina (Persero) terus gencar melakukan aksi korporasi dengan membeli sejumlah blok migas. Terbaru, Pertamina bersama dengan PTTEP Netherlands Holding Cooperatie U.A mengakuisisi anak usaha Hess di Indonesia yang mempunyai saham di 2 blok migas.

Lewat akuisisi anak usaha Hess di Indonesia ini, Pertamina dan PTTEP menguasai 75% saham atau prticipating interest di Blok Pangkah, dan 23% di Blok Natuna Sea A.

Menurut VP Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir, akuisisi ini dilakukan secara bersama-sama antara Pertamina dan PTTEP dengan basis persentase 50:50 untuk total nilai transaksi sekitar US$ 1,3 miliar atau sekitar Rp 13 triliun. Waktu penyelesaian untuk transaksi ini akan dilaksanakan sesuai dengan beberapa syarat yang ditetapkan dalam SPA (share purchase agreement).

"Blok Pangkah merupakan wilayah kerja yang terletak di bagian Timur Laut Jawa. Produksi saat ini sekitar 7.000 barel per hari minyak/kondensat dan 33 juta kaki kubik per hari gas," kata Ali dalam siaran pers, Senin (2/12/2013).

Sementara itu total cadangan terbukti dan potensi cadangan (2P) di Blok Pangkah diperkirakan sekitar 110 juta barel setara minyak. Dengan akuisisi ini maka Blok Pangkah secara otomatis akan dioperatori bersama oleh Pertamina dan PTTEP.

Adapun, Blok Natuna Sea A merupakan wilayah kerja gas yang terletak di Laut Natuna Barat, berdekatan dengan perbatasan antara Malaysia dan Indonesia. Produksi saat ini sekitar 145 MMscfd dari Lapangan Anoa, 75 MMscfd dari Gajah Baru dan 2.350 barel per hari minyak.

Total cadangan terbukti dan potensi cadangan (2P) diperkirakan sebesar 209 juta barel setara minyak. Adapun partner lain di Blok Natuna Sea A terdiri dari Premier Oil (operator), KUFPEC dan Petronas yang masing-masing menguasai hak partisipasi 28,67%, 33,33% dan 15%.

Akuisisi Blok Pangkah dan Natuna Sea A sejalan dengan strategi pertumbuhan Pertamina untuk mengakuisisi lebih banyak aset berproduksi yang dapat memberikan tambahan produksi dan cadangan. Lebih dari itu, akuisisi ini juga akan terus memperkuat posisi Pertamina sebagai tulang punggung ketahanan energi nasional Indonesia.

Pertamina menargetkan untuk menjadi pemain hulu migas yang dominan di domestik pada 2015 dan memperluas ekspansi internasionalnya. Pada tahun 2025, produksi Pertamina diproyeksikan mencapai 2,2 juta barel setara minyak per hari yang akan berasal dari operasi domestik dan luar negeri dalam proporsi yang seimbang.

Pertamina optimistis kerjasama antara Pertamina dan PTTEP yang masing-masing memiliki pengalaman operasional yang kuat akan berkontribusi pada kesuksesan dalam pelaksanaan akuisisi ini.

Pertamina cukup gencar melakukan akuisisi aset-aset migas, pada Kamis 28 November 2011 lalu, Pertamina mengakuisisi unit bisnis ConocoPhillips di Aljazair yang bernama ConocoPhillips Algeria Limited (COPAL). Nilai akuisisi mencapai US$ 1,75 miliar atau sekitar Rp 17,5 triliun.

Lalu, Pertamina lewat anak usahanya yaitu PT Pertamina Irak Eksplorasi Produksi, juga membeli 10% saham atau hak partisipasi di blok minyak West Qurna I Irak milik ExxonMobil Irak Limited.


  detik 

0 komentar:

Posting Komentar