RI Ubah Minyak Tanah Jadi Avtur dan Diekspor ke Timor Leste

http://images.detik.com/content/2013/08/21/1034/jero04.jpgJakarta - Sampai saat ini Indonesia masih ketergantungan impor BBM, termasuk jenis premium ataupun solar. Namun untuk kerosene atau minyak tanah, produksi Indonesia berlebihan. Akhirnya diubah menjadi avtur dan diekspor ke Timor Leste.

Sekretaris Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Djoko Siswanto mengatakan, produksi minyak tanah dalam negeri saat ini mencapai 10 juta kiloliter (KL) per tahun, sementara konsumsinya hanya 1,1 juta KL per tahun.

"Kelebihan sekitar 9 juta KL per tahun, dulu produksi 10 juta KL itu kurang. Namun karena program konversi minyak tanah ke elpiji berhasil, maka konsumsinya terus berkurang," kata Djoko ketika dihubungi, Selasa (21/8/2013).

Djoko mengatakan, kelebihan produksi minyak tanah tersebut diubah menjadi avtur untuk bahan bakar pesawat terbang.

"Karena kebanyakan produksinya, minyak tanahnya diubah menjadi avtur untuk bahan bakar pesawat, kan avtur sama kerosene sama, bahkan ada yang sebagian miinyak tanah diekspor ke Timor Leste," ungkapnya.

Menurut Djoko, saat ini minyak tanah masih digunakan masyarakat Indonesia khususnya di daerah yang belum mendapat giliran program konversi minyak tanah ke elpiji.

"Bahkan di Jakarta masih ada yang gunakan minyak tanah, tapi harganya sesuai dengan harga keekonomian, termasuk diekspor pun harganya sesuai harga internasional atau sekitar Rp 10.000 per liter," cetus Djoko.(rrd/dnl)


  detik 

0 komentar:

Posting Komentar