Mobil Listrik "Ahmadi" Siap Diproduksi Tahun Ini

JAKARTA | Tak hanya meluncurkan mobil listrik jenis city car lewat brand Ahmadi. Produsen mobil listrik nasional PT Sarimas Ahmadi Pratama juga siap memproduksi bus listrik dan mobil listrik premium pada tahun ini.

Sarimas Ahmadi menyiapkan bus dan mobil premium untuk acara konferensi Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) yang berlangsung di Bali pada Oktober nanti.

"Pemerintah yang meminta, jadi bus dan mobil ini dapat dipromosikan ke global," ujar Dasep Ahmadi, pemilik Sarimas Ahmadi Pratama, dalam acara dialog bisnis Membangun Industri Berbasis Teknologi, pada Rabu (27/2) kemarin.

Namun Dasep enggan menyebutkan jumlah unit kendaraan listrik yang akan diproduksi. "Yang pasti di atas lima unit untuk bus, yang lain belum bisa diungkapkan," ujarnya seperti dilansir Tribunnews dari KONTAN.

Nantinya, menurut Dasep, ada wacana otoritas akan mengembangkan dan mempromosikan mobil listrik ke pasar global. "Soal pengembangan itu gampang. Dua tiga tahun lagi mungkin juga bisa," ungkap dia.

Sarimas Ahmadi nanti tidak sendirian memproduksi bus listrik dan mobil premium listrik. Produksi kendaraan tersebut akan melibatkan beberapa pemain mobil listrik nasional.

Untuk memproduksi bus listrik dan mobil premium ini, Sarimas Ahmadi menggandeng 10 perusahaan lokal sebagai pelengkap komponen dan karoseri.

Bus ini akan menggunakan solar cell, dimana mesin dan baterai masih diimpor dari beberapa negara seperti Amerika Serikat, China, dan Jepang.

Adapun mobil city car Ahmadi akan segera meluncur pada kuartal II tahun ini. Dasep memproyeksikan, pasar lokal bisa menyerap sekitar 1.000 unit hingga 2.000 unit di tahun pertama. "Kami fokus ke niche market (pasar yang kecil)," dia mengklaim.

Dari tiga model, Sarimas Ahmadi akan meluncurkan model Grand dan model Lux dengan harga Rp 200 juta per unit. Sedangkan model standard dengan harga di bawah Rp 200 juta akan meluncur setelah itu. Jika mobil listrik ini mendapat tanggapan positif, Sarimas Ahmadi akan menggenjot produksi menjadi 5.000 - 10.000 unit per tahun.(Cindy Silviana Sukma)


  Tribunnews  
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgW_7Q_gMU8bWByPD8aRsTMrWQnA3C6m_cCcvcnflRenf66mPLH6EWCZhHh5b_QPi61GtYm3vlEiGg86qHAJIxpQMtGRwZ9W5G2ESw8QZXJubLJ_RU9z2t-AvqnBEJR3mwVMJ_hTXrI69s/s35/cinta-indonesia.jpg

0 komentar:

Posting Komentar